Harmoni Posisi Bumi dan Langit Gunung Padang

Oleh: Awang Harun Satyana
7815_283162608497034_1063828240_n

Berikut ini adalah tulisan yang merupakan pengembangan dari judul serupa yang dipublikasikan dalam kegiatan geotrek pada bulan Februari 2011. Tulisan ini dari grup facebook Geotrek Indonesia, Minggu, 16 Juni 2013.
Lepas dari kontroversi adakah ada atau tidak bangunan di bawah situs Gunung Padang, sejak zaman Belanda sudah diketahui bahwa situs di puncak Gunung Padang adalah sebuah kompleks bangunan megalitik (Krom, 1914, dalam Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie).

Bangunan-bangunan megalitik di seluruh dunia dibangun untuk maksud-maksud tertentu. Yang pernah dipelajari, menunjukkan bahwa bangunan-bangunan ini bisa untuk tempat pemujaan, untuk patok geodetik (titik triangulasi kalau sekarang), observasi matahari, sundial (jam matahari), dll.

Untuk apakah situs megalitik Gunung Padang dibangun. Tidak ada catatan tentangnya, maka kita hanya bisa menduga-duga.

Geotrek Indonesia mengunjungi Gunung Padang untuk pertama kalinya pada Februari 2011. Saya saat itu melakukan pengamatan di lapangan dengan mengukur posisi, ketinggian dan azimut setiap teras; karena banyak situs megalitik dunia diinterpretasikan sebagai tempat observasi astronomi (arkeoastronomi), saya juga mengolah data posisi situs menggunakan program astronomi yang bisa melacak posisi konstelasi bintang ke langit pada ribuan tahun yang lalu.

Continue reading